Biografi
Tito Karnavian
|
Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. M.
Tito Karnavian Ph.D. |
|
|
Tito Karnavian saat persiapan pelantikan Mendagri
|
|
|
Mulai menjabat
23 Oktober 2019 |
|
|
Presiden
|
|
|
Pendahulu
|
|
|
Masa jabatan
13 Juli 2016 – 22 Oktober 2019 |
|
|
Presiden
|
|
|
Budi
Gunawan (2015–16)
Syafruddin (2016–18) Ari Dono Sukmanto (2018–19) |
|
|
Pendahulu
|
|
|
Pengganti
|
|
|
Masa jabatan
16 Maret 2016 – 20 Juli 2016 |
|
|
Pendahulu
|
|
|
Pengganti
|
|
|
Masa jabatan
12 Juni 2015 – 16 Maret 2016 |
|
|
Pendahulu
|
|
|
Pengganti
|
|
|
Masa jabatan
21 September 2012 – 16 Juli 2014 |
|
|
Pendahulu
|
|
|
Pengganti
|
|
|
Masa jabatan
November 2009 – Oktober 2010 |
|
|
Pendahulu
|
|
|
Pengganti
|
|
|
Informasi pribadi
|
|
|
Lahir
|
|
|
Kebangsaan
|
|
|
Partai
politik
|
|
|
Pasangan
|
Ir.
Hj. Tri Suswati
|
|
Anak
|
3
|
|
Akademi Kepolisian (1987)
|
|
|
Pekerjaan
|
Polisi
|
|
Penghargaan
sipil
|
Adhi
Makayasa (1987)
|
|
Dinas militer
|
|
|
Pihak
|
|
|
Dinas/cabang
|
|
|
Masa
dinas
|
1987–2019
|
|
Pangkat
|
|
|
Satuan
|
Reserse
|
|
Pertempuran/perang
|
|
|
|
|
Jenderal
Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad
Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (lahir di Palembang, Sumatra
Selatan, 26 Oktober 1964; umur 55 tahun),
adalah Menteri Dalam Negeri Indonesia yang
menjabat sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maaruf.
Sebelumnya ia Sebagai seorang perwira
tinggi polisi, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-23.
Tito termasuk seorang polisi yang
mendapat kenaikan pangkat cukup cepat. Saat masih menyandang pangkat AKBP, ia memimpin tim
Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur,
pada tanggal 9 November 2005. Pangkatnya dinaikkan, dan ia menerima penghargaan
dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol. Sutanto bersama dengan para kompatriotnya,
seperti Idham Azis, Saiful Maltha, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan lainnya.[1]
Tito juga pernah memimpin sebuah tim
khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M.
Top. Atas prestasi ini, pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan diangkat
menjadi Kepala Densus
88 Anti-Teror Mabes Polri. Kariernya terus menanjak, dan dirinya
sempat menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro
Jaya. Pada tanggal 14 Maret 2016, ia diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme menggantikan Komjen. Pol. Saud Usman Nasution yang
memasuki masa pensiun.
Pada tanggal 15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengirim
surat kepada DPR, yang isinya menunjuk Tito sebagai
calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol.
Badrodin Haiti yang akan segera pensiun. DPR menyetujui usulan
ini dalam sidang paripurna pada awal bulan Juli 2016. Tito resmi dilantik
sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada
tanggal 13 Juli 2016.[2] Dengan
jabatan ini, ia menjadi lulusan AKPOL angkatan 1987 tercepat yang
menyandang pangkat bintang empat.
Pada tanggal 22 Oktober 2019 , beliau
diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Surat
Permohonan Pemberhentian kepada DPR-RI dan disetujui
dalam Sidang Paripurna Ke-3 yang dipimpin oleh Ketua DPR-RI periode
2019-2024 Puan Maharani yang kemudian ditunjuk serta
dilantik pada tanggal 23 Oktober 2019 menjadi Menteri Dalam Negeri ke-29 Kabinet Indonesia Maju pada masa
pemerintahan presiden Joko Widodo periode 2019-2024.
Kehidupan awal
Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang kemudian
melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987 karena gratis dan tidak ingin
membebankan biaya orang tuanya. Tahun 1993, Tito menyelesaikan
pendidikan di Universitas Exeter di Inggris dan
meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan
di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)
di Jakarta tahun 1996 dan meraih
Strata 1 dalam bidang Police Studies.
Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ditempuh di Sekolah Xaverius,
kemudian sekolah menengah atas ditempuh di SMA Negeri 2 Palembang. Tatkala duduk di
kelas 3, Tito mulai mengikuti ujian perintis. Semua tes yang ia jalani lulus,
mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan
Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Keempatnya lulus, tapi yang dipilih adalah AKABRI,
terutama Akademi Kepolisian.
Karier kepolisian
Asrena Polri
Dalam rotasi pejabat tinggi dalam Polri setingkat Kapolda pada 2014,
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menempati jabatan baru sebagai Asrena
(Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran). Tito menempati pos yang
sebelumnya dipegang oleh Irjen Pol Sulistyo Ishak, yang mengakhiri jabatannya
di Polri karena telah purna tugas. "Kapolda Papua dari Pak Tito kepada
Brigjen Pol Drs Yotje Mende, Kasespimti Lemdiklat Polri," ujar Kepala
Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie. Menurut Sompie, pelantikan
Tito ini dilangsungkan pada tanggal 16 Juli 2014 di Rupatama Polri. Kendati
Kapolda Papua dan Asrena sama-sama jabatan untuk bintang dua tetapi level
Asrena Polri adalah “setingkat” di atas posisi Kapolda Papua karena eslon 1A
setara Komjen (Perkap 21 Tahun 2010).
Kapolda Papua
Dalam surat telegram Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo, Inspektur
Jenderal Tito diangkat menjadi Kepala Polda Papua pada 3 September 2012
menggantikan pejabat lama, Irjen Pol Bigman Lumban Tobing. Namun, secara resmi
baru aktif pada 27 September 2012. Padahal Polda Papua saat itu (2012)
hanya memiliki satu Polda untuk Pulau Papua yang begitu besar, ini berbeda
dengan Pulau lain yang memiliki beberapa Polda. Dengan demikian banyak harapan
dan tanggung jawab besar dipikulkan kepada Irjen Pol. Tito Karnavian yang saat
itu masih berusia 47 Tahun.
Menurut Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurrachman, selama Irjen Pol
Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolda Papua, sejumlah penembakan misterius
masih terus terjadi. Bahkan kontak tembak antar-pasukan dan kelompok separatis
juga marak. Namun jumlah penembakan tersebut bisa ditekan. "Dia mempunyai
prestasi yang bagus di Papua. Meskipun tidak semua bisa diselesaikan karena
permasalahan Papua rumit dan begitu banyak," ujar Hamidah.
Jauh setelah tidak menjabat Kapolda Papua dan terjadi kegaduhan politik di
DPR akhir tahun 2015, akibat rekaman pembicaraan kasus pemufakatan jahat Mantan
Ketua DPR terhadap PT Freeport bulan November 2015, nama Tito Karnavian disebut
dalam rekaman yaitu yang berhubungan dengan Pilpres 2014 dalam kapasitasnya
sebagai Kapolda Papua. Tito pun membantah dan mengatakan bahwa dia pernah
membicarakan Freeport tetapi konteksnya berbeda, yaitu kepada Menteri ESDM
Sudirman Said dalam saran pengamanan Freeport
Riwayat pendidikan
·
SD
Xaverius 4 di Palembang (1976)
·
SMP
Xaverius 2 di Palembang (1980)
·
SMA Negeri 2 Palembang (1983)
·
Akademi
Kepolisian (1987); Penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akpol terbaik.
·
Master
of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993)
·
Perguruan
Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996); Penerima bintang Wiyata Cendekia sebagai
lulusan PTIK terbaik
·
Royal
New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland,
New Zealand (Sesko) (1998)
·
Bachelor
of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey
University, New Zealand (1998)
·
Sespim
Pol, Lembang (2000)
·
Lemhannas
RI PPSA XVII (2011) penerima Bintang Seroja sebagai peserta Lemhanas
terbaik.
·
Ph.D
in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam
School of International Studies, Nanyang Technological University,
Singapore (magna cum laude) (2013)
Kepangkatan
·
Letnan Dua (1987)
·
Letnan Satu (1990)
·
Kapten (1993)
·
Mayor (1997)
·
Ajun Komisaris Besar Polisi (2001)
·
Komisaris Besar Polisi (2005)
·
Brigadir Jenderal Polisi (2009)
·
Inspektur Jenderal Polisi (2011)
·
Komisaris Jenderal Polisi (2016)
·
Jenderal
Polisi (2016)
Riwayat jabatan
·
Pamapta
Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987)
·
Kanit
Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987–1991)
·
Wakapolsek
Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992)
·
Wakapolsek
Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
·
Sespri
Kapolda Metro Jaya (1996)
·
Kapolsek
Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996–1997)
·
Sespri
Kapolri (1997–1999)
·
Kasat
Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
·
Kasat
Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
·
Kasat
Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel (2002)
·
Koorsespri
Kapolda Metro Jaya (2002–2003)
·
Kasat
Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003–2005)
·
Kaden
88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004–2005)
·
Kapolres
Serang Polda Banten (2005)
·
Kasubden
Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri (2005)
·
Kasubden
Penindak Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006)
·
Kasubden
Intelijen Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006–2009)
·
Kadensus
88/AT Bareskrim Polri (2009–2010)
·
Deputi
Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT) (2011–21 Sept 2012)
·
Kapolda
Papua (21 Sept 2012–16 Juli 2014)
·
Asrena
Polri (16 Juli 2014–12 Juni 2015)
·
Kapolda
Metro Jaya (12 Juni 2015–16 Maret 2016)
·
Kepala
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (16 Maret 2016–13 Juli 2016)
·
Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia (13 Juli 2016–22 Oktober 2019)
·
Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Maju (23 Oktober
2019 - Sekarang)
Penghargaan dan
tanda kehormatan
Medali
Dari Pendidikan
·
Bintang Adhi Makayasa (lulusan
terbaik Akpol) (1987)
·
Bintang
Wiyata Cendekia (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian
Jakarta) (1996)
·
Bintang
Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
Tanda Kehormatan
·
Bintang
Bhayangkara Utama dari Presiden RI (2016)
·
Bintang
Kartika Eka Paksi Utama (2018)
·
Bintang
Jalasena Utama (2018)
·
Bintang
Swa Bhuwana Paksa Utama (2018)
·
Bintang
Bhayangkara Pratama dari Kapolri
·
Bintang
Bhayangkara Nararya
·
Darjah
Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang (DPKT/Brunei) (2017)[40]
·
Pingat
Panglima Gagah Pasukan Polis (PGPP/Malaysia) (2017)[41]
·
Satyalencana
Kesetiaan 32 Tahun
·
Satyalencana
Kesetiaan 24 Tahun
·
Satyalencana
Kesetiaan 16 Tahun
·
Satyalencana
Kesetiaan 8 Tahun
·
Satyalencana
Jana Utama
·
Satyalencana
Ksatria Tamtama
·
Satyalencana
Karya Bhakti
·
Satyalencana
Dwidya Sistha
·
Satyalencana
Santi Dharma
·
Satyalencana
Bhakti Nusa
·
Satyalencana
Dharma Nusa
·
Satyalencana
Operasi Kepolisian
·
Satyalencana
GOM VIII/Dharma Phala
·
Satya
Lencana GOM IX/Raksaka Dharma
·
Satya
Lencana Kebaktian Sosial
·
Satyalencana
Wira Karya
·
Satyalencana
Seroja
Brevet
·
Wing
Penerbang TNI AU (2018)
·
Brevet
Hiu Kencana (2018)
·
Brevet
Selam Polri
·
Brevet
Bhayangkara Bahari
·
Pin
Gegana Brimob
·
Brevet
Brimob
Kepangkatan
·
Kenaikan
Pangkat Luar Biasa Komisaris ke Ajun Komisaris Besar (2001)
·
Kenaikan
Pangkat Luar Biasa Ajun Komisaris Besar ke Komisaris Besar (2005)
·
Kenaikan
Pangkat Luar Biasa Komisaris Besar ke Brigadir Jenderal (2009)
·
Kenaikan
Pangkat Luar Biasa Brigadir Jenderal ke Inspektur Jenderal (2011) (Penyesuaian
kepangkatan BNPT)
Penugasan
·
Penghargaan
memimpin operasi anti teror di daerah konflik Poso Sulawesi Tengah (2007)
Kasus menonjol
yang pernah ditangani
·
Bom Kedubes Filipina (2000)
·
Bom malam Natal (2000)
·
Bom Bursa Efek Jakarta (2001)
·
Bom Plaza Atrium Senen (2001)
·
Bom Makassar (2002)
·
Bom JW Marriott (2003)
·
Bom Kedubes Australia (2004)
·
Bom Bali II (2005)
·
Mutilasi 3 siswi di Poso (2006)
·
Bom Pasar Tentena (2005)
·
Bom bunuh
diri Polres Cirebon (2011)
·
Bom Sarinah Thamrin (2016)
·
Operasi Tinombala (2016–Sekarang)
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar