Minggu, 03 November 2019

Penulisan 2 Industri 4.0/Softskills


Biografi Tito Karnavian
Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. M.
Tito Karnavian
Ph.D.
Description: Tito Karnavian-Mendagri.jpg
Tito Karnavian saat persiapan pelantikan Mendagri
Mulai menjabat
23 Oktober 2019
Presiden
Pendahulu
Masa jabatan
13 Juli 2016 – 22 Oktober 2019
Presiden
Budi Gunawan (2015–16)
Syafruddin (2016–18)
Ari Dono Sukmanto (2018–19)
Pendahulu
Pengganti
Masa jabatan
16 Maret 2016 – 20 Juli 2016
Pendahulu
Pengganti
Masa jabatan
12 Juni 2015 – 16 Maret 2016
Pendahulu
Pengganti
Masa jabatan
21 September 2012 – 16 Juli 2014
Pendahulu
Pengganti
Masa jabatan
November 2009 – Oktober 2010
Pendahulu
Pengganti
Informasi pribadi
Lahir
Kebangsaan
Partai politik
Pasangan
Ir. Hj. Tri Suswati
Anak
3
Pekerjaan
Polisi
Penghargaan sipil
Adhi Makayasa (1987)
Dinas militer
Pihak
Dinas/cabang
Masa dinas
1987–2019
Pangkat
Satuan
Reserse
Pertempuran/perang


Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito KarnavianM.A.Ph.D. (lahir di PalembangSumatra Selatan26 Oktober 1964; umur 55 tahun), adalah Menteri Dalam Negeri Indonesia yang menjabat sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maaruf. Sebelumnya ia Sebagai seorang perwira tinggi polisi, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-23.
Tito termasuk seorang polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat. Saat masih menyandang pangkat AKBP, ia memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari di BatuJawa Timur, pada tanggal 9 November 2005. Pangkatnya dinaikkan, dan ia menerima penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol. Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, seperti Idham AzisSaiful MalthaPetrus Reinhard GoloseRycko Amelza Dahniel, dan lainnya.[1]
Tito juga pernah memimpin sebuah tim khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top. Atas prestasi ini, pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan diangkat menjadi Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri. Kariernya terus menanjak, dan dirinya sempat menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Pada tanggal 14 Maret 2016, ia diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Komjen. Pol. Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun.
Pada tanggal 15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengirim surat kepada DPR, yang isinya menunjuk Tito sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti yang akan segera pensiun. DPR menyetujui usulan ini dalam sidang paripurna pada awal bulan Juli 2016. Tito resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juli 2016.[2] Dengan jabatan ini, ia menjadi lulusan AKPOL angkatan 1987 tercepat yang menyandang pangkat bintang empat.
Pada tanggal 22 Oktober 2019 , beliau diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Surat Permohonan Pemberhentian kepada DPR-RI dan disetujui dalam Sidang Paripurna Ke-3 yang dipimpin oleh Ketua DPR-RI periode 2019-2024 Puan Maharani yang kemudian ditunjuk serta dilantik pada tanggal 23 Oktober 2019 menjadi Menteri Dalam Negeri ke-29 Kabinet Indonesia Maju pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

Kehidupan awal

Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang kemudian melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987 karena gratis dan tidak ingin membebankan biaya orang tuanya. Tahun 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.
Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ditempuh di Sekolah Xaverius, kemudian sekolah menengah atas ditempuh di SMA Negeri 2 Palembang. Tatkala duduk di kelas 3, Tito mulai mengikuti ujian perintis. Semua tes yang ia jalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Keempatnya lulus, tapi yang dipilih adalah AKABRI, terutama Akademi Kepolisian.

Karier kepolisian

Asrena Polri

Dalam rotasi pejabat tinggi dalam Polri setingkat Kapolda pada 2014, Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menempati jabatan baru sebagai Asrena (Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran). Tito menempati pos yang sebelumnya dipegang oleh Irjen Pol Sulistyo Ishak, yang mengakhiri jabatannya di Polri karena telah purna tugas. "Kapolda Papua dari Pak Tito kepada Brigjen Pol Drs Yotje Mende, Kasespimti Lemdiklat Polri," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie. Menurut Sompie, pelantikan Tito ini dilangsungkan pada tanggal 16 Juli 2014 di Rupatama Polri. Kendati Kapolda Papua dan Asrena sama-sama jabatan untuk bintang dua tetapi level Asrena Polri adalah “setingkat” di atas posisi Kapolda Papua karena eslon 1A setara Komjen (Perkap 21 Tahun 2010).

Kapolda Papua

Dalam surat telegram Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo, Inspektur Jenderal Tito diangkat menjadi Kepala Polda Papua pada 3 September 2012 menggantikan pejabat lama, Irjen Pol Bigman Lumban Tobing. Namun, secara resmi baru aktif pada 27 September 2012. Padahal Polda Papua saat itu (2012) hanya memiliki satu Polda untuk Pulau Papua yang begitu besar, ini berbeda dengan Pulau lain yang memiliki beberapa Polda. Dengan demikian banyak harapan dan tanggung jawab besar dipikulkan kepada Irjen Pol. Tito Karnavian yang saat itu masih berusia 47 Tahun.
Menurut Komisioner KompolnasHamidah Abdurrachman, selama Irjen Pol Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolda Papua, sejumlah penembakan misterius masih terus terjadi. Bahkan kontak tembak antar-pasukan dan kelompok separatis juga marak. Namun jumlah penembakan tersebut bisa ditekan. "Dia mempunyai prestasi yang bagus di Papua. Meskipun tidak semua bisa diselesaikan karena permasalahan Papua rumit dan begitu banyak," ujar Hamidah.
Jauh setelah tidak menjabat Kapolda Papua dan terjadi kegaduhan politik di DPR akhir tahun 2015, akibat rekaman pembicaraan kasus pemufakatan jahat Mantan Ketua DPR terhadap PT Freeport bulan November 2015, nama Tito Karnavian disebut dalam rekaman yaitu yang berhubungan dengan Pilpres 2014 dalam kapasitasnya sebagai Kapolda Papua. Tito pun membantah dan mengatakan bahwa dia pernah membicarakan Freeport tetapi konteksnya berbeda, yaitu kepada Menteri ESDM Sudirman Said dalam saran pengamanan Freeport

Riwayat pendidikan

·         SD Xaverius 4 di Palembang (1976)
·         SMP Xaverius 2 di Palembang (1980)
·         SMA Negeri 2 Palembang (1983)
·         Akademi Kepolisian (1987); Penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akpol terbaik.
·         Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of ExeterUK (1993)
·         Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996); Penerima bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan PTIK terbaik
·         Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998) 
·         Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998)
·         Sespim Pol, Lembang (2000)
·         Lemhannas RI PPSA XVII (2011) penerima Bintang Seroja sebagai peserta Lemhanas terbaik.
·         Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International StudiesNanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013)

Kepangkatan

·         Letnan Dua (1987)
·         Letnan Satu (1990)
·         Kapten (1993)
·         Mayor (1997)
·         Ajun Komisaris Besar Polisi (2001)
·         Komisaris Besar Polisi (2005)
·         Brigadir Jenderal Polisi (2009)
·         Inspektur Jenderal Polisi (2011)
·         Komisaris Jenderal Polisi (2016)
·         Jenderal Polisi (2016)

Riwayat jabatan

·         Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987)
·         Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987–1991)
·         Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992)
·         Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
·         Sespri Kapolda Metro Jaya (1996)
·         Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996–1997)
·         Sespri Kapolri (1997–1999)
·         Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
·         Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
·         Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel (2002)
·         Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002–2003)
·         Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003–2005)
·         Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004–2005)
·         Kapolres Serang Polda Banten (2005)
·         Kasubden Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri (2005)
·         Kasubden Penindak Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006)
·         Kasubden Intelijen Densus 88/AT Bareskrim Polri (2006–2009)
·         Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009–2010)
·         Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2011–21 Sept 2012)
·         Kapolda Papua (21 Sept 2012–16 Juli 2014)
·         Asrena Polri (16 Juli 2014–12 Juni 2015)
·         Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015–16 Maret 2016)
·         Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (16 Maret 2016–13 Juli 2016)
·         Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (13 Juli 2016–22 Oktober 2019)
·         Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Maju (23 Oktober 2019 - Sekarang)

Penghargaan dan tanda kehormatan

Medali

Dari Pendidikan
·         Bintang Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) (1987)
·         Bintang Wiyata Cendekia (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
·         Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
Tanda Kehormatan
·         Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI (2016)
·         Bintang Kartika Eka Paksi Utama (2018)
·         Bintang Jalasena Utama (2018)
·         Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (2018)
·         Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri
·         Bintang Bhayangkara Nararya
·         Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang (DPKT/Brunei) (2017)[40]
·         Pingat Panglima Gagah Pasukan Polis (PGPP/Malaysia) (2017)[41]
·         Satyalencana Kesetiaan 32 Tahun
·         Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun
·         Satyalencana Kesetiaan 16 Tahun
·         Satyalencana Kesetiaan 8 Tahun
·         Satyalencana Jana Utama
·         Satyalencana Ksatria Tamtama
·         Satyalencana Karya Bhakti
·         Satyalencana Dwidya Sistha
·         Satyalencana Santi Dharma
·         Satyalencana Bhakti Nusa
·         Satyalencana Dharma Nusa
·         Satyalencana Operasi Kepolisian
·         Satyalencana GOM VIII/Dharma Phala
·         Satya Lencana GOM IX/Raksaka Dharma
·         Satya Lencana Kebaktian Sosial
·         Satyalencana Wira Karya
·         Satyalencana Seroja

Brevet

·         Wing Penerbang TNI AU (2018)
·         Brevet Hiu Kencana (2018)
·         Brevet Selam Polri
·         Brevet Bhayangkara Bahari
·         Pin Gegana Brimob
·         Brevet Brimob

Kepangkatan

·         Kenaikan Pangkat Luar Biasa Komisaris ke Ajun Komisaris Besar (2001)
·         Kenaikan Pangkat Luar Biasa Ajun Komisaris Besar ke Komisaris Besar (2005)
·         Kenaikan Pangkat Luar Biasa Komisaris Besar ke Brigadir Jenderal (2009)
·         Kenaikan Pangkat Luar Biasa Brigadir Jenderal ke Inspektur Jenderal (2011) (Penyesuaian kepangkatan BNPT)

Penugasan

·         Penghargaan memimpin operasi anti teror di daerah konflik Poso Sulawesi Tengah (2007)

Kasus menonjol yang pernah ditangani

·         Bom Kedubes Filipina (2000)
·         Bom malam Natal (2000)
·         Bom Bursa Efek Jakarta (2001)
·         Bom Plaza Atrium Senen (2001)
·         Bom Makassar (2002)
·         Bom JW Marriott (2003)
·         Bom Kedubes Australia (2004)
·         Bom Bali II (2005)
·         Mutilasi 3 siswi di Poso (2006)
·         Bom Pasar Tentena (2005)
·         Bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott (2009)
·         Bom bunuh diri Polres Cirebon (2011)
·         Bom Sarinah Thamrin (2016)
·         Operasi Tinombala (2016–Sekarang)


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar