Minggu, 06 Oktober 2019

Bedah Jurnal Industri 4.0

Nama   : Dewa Made Irvan Viryadi
Npm    : 11216890
Kelas   : 4EA08
Tugas   : Manajemen Pemasaran Era Rev Industri 4.0
No
Nama Jurnal
Nama Penulis
Judul Penelitian
Masalah
Variabel
Alat Bantu Penelitian
Hasil Penelitian
1.
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2018

Reno Alamsyah
Analisis Dampak Industri 4.0 Terhadap Sistem Pengawasan Ketenaganukliran Di Indonesia
Apakah ada pengaruh Dampak Industri 4.0 Terhadap Sistem Pengawasan Ketenaganukliran Di Indonesia
Variabel X :
X1 : Dampak Industri 4.0

Variabel Y :
Y : Sistem Pengawasan
1.      Observasi
2.      Wawancara
3.      BAPETEN
Makalah ini telah menguraikan pengaruh Industri 4.0 atau Indonesia 4.0 terhadap pengawasan BAPETEN. Untuk pengembangan lebih lanjut telah dilakukan analisis lingkungan strategis, tantangan dan ancaman yang sesuai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa BAPETEN sebagian telah melakukan antisipasi akan datangnya era Industri 4.0, namun masih ada banyak peluang untuk peningkatan dengan memerhatikan semua tantangan dan ancaman yang telah terindentifikasi.
Sumber : Jurnal Forum Nuklir

Manajemen Pemasaran Era Rev. Industri 4.0


Nama   : Dewa Made Irvan Viryadi
Npm    : 11216890
Kelas   : 4EA08
Penulisan Tentang Industri 4.0

Pertama, kita lihat dulu definisi dari revolusi industri itu sendiri. Revolusi industri secara simpel artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.
Lebih detilnya kita harus lihat di setiap revolusi industri, tapi kasarnya adalah, beberapa hal yang semula begitu sulit, begitu lama, begitu mahal dalam proses produksi mendadak jadi mudah, cepat, dan murah. Ingat, Ekonomi membicarakan macam-macam upaya manusia menghadapi kelangkaan. Revolusi industri menurunkan, malah terkadang MENGHILANGKAN beberapa kelangkaan tersebut, sehingga waktu, tenaga, dan uang yang semula digunakan untuk mengatasi kelangkaan-kelangkaan tersebut mendadak jadi bebas, jadi bisa digunakan untuk hal lain, untuk mengatasi kelangkaan yang lain.
Hilangnya atau berkurangnya sebuah kelangkaan otomatis mengubah banyak aspek dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi kalau ternyata beberapa kelangkaan menghilang! Nah, kita lihat satu persatu, sesuai urutannya. Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital”. Nah, lo mungkin bisa nebak, setelah 2 revolusi itu, revolusi macam apa lagi sih yang bisa terjadi? Perhatikan deh, semua revolusi itu terjadi menggunakan revolusi sebelumnya sebagai dasar. Industri 2.0 takkan muncul selama kita masih mengandalkan otot, angin, dan air untuk produksi. Industri 3.0 intinya meng-upgrade lini produksi dengan komputer dan robot. Jadi, industri 4.0 juga pasti menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Jadi, kemajuan apa saja yang muncul di dunia komputer kita akhir-akhir ini? Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya SELALU tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui SAAT ITU JUGA oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada!
            Kesimpulan :
            Sebagai anak muda, tentunya kita harus memiliki bakat dan kemampuan dalam industri 4.0 ini, contohnya adalah kita setidaknya bisa dalam mengoprasikan sesuatu yang tidak orang lain bisa agar peluang kita dalam bersaing di industri 4.0 ini bisa terbuka lebar. Saat ini banyak perusahaan atau pabrik yang sudah tidak memerlukan tenaga manusia lagi, maka dari itu kita dituntut untuk bisa menguasai teknologi agar tidak kalah dengan robot maupun mesin. Anak muda zaman sekarang bisa mengembangkan atau menciptakan segala sesuatu yang dapat bermanfaat bagi industri 4.0 dan bermanfaat bagi Negara.